Judul asli : Comme une petite souris
Ditulis oleh : Anne – Isabelle Lacasagne
Diterjemahkan bebas dari les belles
histoires
Diterbitkan oleh : bayard jeunesse
Diterjemahkan oleh Trianasari
Sebuah nyanyian kecil telah membangunkan Helene malam
itu. Tapi siapa itu yang menyanyi dengan suara
indah ketika hari telah begitu larut ?. Oh ! rupanya seekor tikus kecil betina yang
sangat lucu. Tikus kecil itu menunduk di depan Helene sambil bernyanyi – nyanyi
kecil. ” Di Saint – Helene, kau
akan melihat sang ratu!”. Helene segera memberi hormat kepada ratu tikus itu
dan berkata. ” Selamat malam, Yang mulia”. Ratu tikus itu sangat gembira. Dia
berkata, ” Untuk pestamu, aku akan menawarkan sebuah kado. Aku akan mengajakmu
mengelilingi rumahmu”. Helene lalu menjawab, ” Apakah kadonya hanya seperti
itu?” tanya Helene dengan kecewa.
” Apa !!??” Ratu tikus memprotes Helene. ” Helene, kau
sama sekali belum mengerti tempat – tempat tersembunyi dan tempat – tempat
rahasia di rumahmu sendiri.” Ratu tikus lalu melayangkan tongkatnya. Dalam
sekejap mata, kumpulan bintang – bintang sihir berputar – putar mengelilingi
Helene. Di dalam kepungan bintang –
bintang itu Helene menjadi kecil dan terus mengecil seperti tubuh seekor tikus.
Setelah itu, Ratu tikus membawanya menuju sebuah lubang di dalam tembok. ”
Apakah kau mau masuk dan melihatnya ?” . Ada apa di balik tembok sebelah sana?.
Ternyata dibalik tembok itu adalah kamar tidur kakak Helene Virgile. Virgile
tidur lelap dan mengorok.
Helene lalu mengambil kesempatan itu untuk melompat –
lompat di tempat tidur. Bersama Ratu tikus, Helene berjumpalitan. ” Hei, lihat !” Teriak Helene
kepada ratu tikus dengan terkejut. ” Virgile masih saja tidur!
Padahal aku telah berjumpalitan di atas tubuhnya.” Ratu tikus kemudian
bernyanyi, ” Di saint – Helene, si kakak membuat kami terkejut! Ayo kita
lanjutkan kunjungan kita...”. Dan hap! Mereka sampai di toilet. Helene begitu
terkejut melihat dudukan toilet sangat tinggi. Kemudian mereka beralih menuju
tempat untuk menaruh sapu. Hei, ada apa
itu disana? Oh, ternyata mainan boneka tentara yang sedang berjaga – jaga. ” Itu pasti mainan Virgile!” Kata Helene. Ratu tikus
menambahkan, ” Iya benar. Itu semua adalah mainan Virgile. Ketika dia ada di
toilet, dia membawa pasukannya dan bermain perang – perangan”. Ratu tikus
kemudian bernyanyi, ” Di Saint – Helene, mainan – mainan itu mengejutkan kami
!”
Kemana lagi mereka melanjutkan kunjungannya. Oh, tiba –
tiba Helene ingat warna dan bentuk karpet di ruangan itu. Itu adalah kamar
tidur orang tua mereka. Di kamar itu, mereka sedang tidur nyenyak dengan badan
saling merapat satu sama lain. Helene mendengar suara Ibunya yang mengigau, ”
Sebuah rumah pondok di hutan...” dan Ayahnya juga mengigau, dia berkata, ”
Berekreasi...”. Sssstttt...mereka bermimpi hal yang sama.” Kata Ratu tikus dengan suara yang
sangat pelan. Ratu tikus kemudian bernyanyi, ” Di Saint – Helene, ayah dan ibu
membuat kami terkejut!”. Kini mereka melanjutkan perjalanan melewati sebuah
almari besar.
Helene mendarat di tengah – tengah kumpulan sikat
gigi. ” Kamar mandi
!”jelas Helene. Ratu tikus melompat turun ke wastafel dan memindahkan sebuah
ubin di dinding. Ada apa di balik dinding itu? Oh, ternayta itu adalah tempat
persembunyian benda – benda Ibunya. Di tempat
itu Ibu meletakkan semua perhiasannya. Di tempat itu ada juga kalung bayi. Helene
membungkukkan badan untuk melihat sisi dalamnya. ” Oh ! Ada coklat lapis!” kata
Helene. Ratu tikus menjawab, ” Itulah rahasia Ibumu, Helene.”. Kemudian Ratu
tikus bernyanyi, ” Di Saint – Helene para Ibu membuat kami terkejut !”
Pada perjalanan selanjutnya, ratu tikus mengundang Helene
mengunjungi rumahnya. Rumah itu terletak di dalam mesin cuci. Tempat itu aneh bagi Hele tapi hangat, empuk dan penuh
dengan pakaian. ” Tempat ini aku anggap sebagai kamar tidurku” kata Ratu tikus.
Helene mengenali kaos kakinya yang berwarna merah jambu. ” Ini adalah
selimutku, hangat sekali” kata Ratu tikus. Helene berharap kalau Ratu tikus
bersedia mengembalikan kaos kakinya tetapi dia tak punya waktu untuk
mengatakannya. Tiba – tiba saja Ratu tikus ketakutan, tubuhnya gemetaran. Dari
balik kaca mesin cuci mereka melihat seekor kucing mendekat !. Seluruh bulu
ratu tikus berdiri dan tanpa disadari mahkotanya terjatuh. ” Sejak kau
memelihara kucing ini, hidupku tidak pernah tenang. Aku selalu ketakutan. Kucing itu selalu mengejarku tanpa
henti.” protes Ratu tikus. ” Tapi kucing itu sangat baik ” kata Helene. Ratu tikus menatap Helene dengan pandangan tidak
setuju. ” Tapi semua kucing memakan tikus, meskipun kucing itu
baik” . ” Kucing itu akan
membuka pintu!” teriak Ratu tikus ketakutan. Dengan cepat Ratu tikus segera
bertindak. Disentuhnya Helene dengan tongkat sihirnya dan tiba – tiba kumpulan
bintang – bintang sihirpun mengelilingi Helene. Dalam sekejap mata, Helene berubah kembali menjadi besar,
besar dan besar.... Cepat ! segera saja Helene keluar dari mesin cuci dan
memeluk kucing itu. Uups ! itu adalah saat
yang tepat untuk Ratu tikus melarikan diri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar