My Playlist

Senin, 12 Maret 2012

Menjadi seekor tikus kecil


Judul asli               : Comme une petite souris
Ditulis oleh            : Anne – Isabelle Lacasagne
Diterjemahkan bebas dari les belles histoires
Diterbitkan oleh    : bayard jeunesse
Diterjemahkan oleh Trianasari

Sebuah nyanyian kecil telah membangunkan Helene malam itu. Tapi siapa itu yang menyanyi dengan suara indah ketika hari telah begitu larut ?.  Oh ! rupanya seekor tikus kecil betina yang sangat lucu. Tikus kecil itu menunduk di depan Helene sambil bernyanyi – nyanyi kecil.          ” Di Saint – Helene, kau akan melihat sang ratu!”. Helene segera memberi hormat kepada ratu tikus itu dan berkata. ” Selamat malam, Yang mulia”. Ratu tikus itu sangat gembira. Dia berkata, ” Untuk pestamu, aku akan menawarkan sebuah kado. Aku akan mengajakmu mengelilingi rumahmu”. Helene lalu menjawab, ” Apakah kadonya hanya seperti itu?” tanya Helene dengan kecewa.
” Apa !!??” Ratu tikus memprotes Helene. ” Helene, kau sama sekali belum mengerti tempat – tempat tersembunyi dan tempat – tempat rahasia di rumahmu sendiri.” Ratu tikus lalu melayangkan tongkatnya. Dalam sekejap mata, kumpulan bintang – bintang sihir berputar – putar mengelilingi Helene. Di dalam kepungan  bintang – bintang itu Helene menjadi kecil dan terus mengecil seperti tubuh seekor tikus. Setelah itu, Ratu tikus membawanya menuju sebuah lubang di dalam tembok. ” Apakah kau mau masuk dan melihatnya ?” . Ada apa di balik tembok sebelah sana?. Ternyata dibalik tembok itu adalah kamar tidur kakak Helene Virgile. Virgile tidur lelap dan mengorok.
Helene lalu mengambil kesempatan itu untuk melompat – lompat di tempat tidur. Bersama Ratu tikus, Helene berjumpalitan. ” Hei, lihat !” Teriak Helene kepada ratu tikus dengan terkejut. ” Virgile masih saja tidur! Padahal aku telah berjumpalitan di atas tubuhnya.” Ratu tikus kemudian bernyanyi, ” Di saint – Helene, si kakak membuat kami terkejut! Ayo kita lanjutkan kunjungan kita...”. Dan hap! Mereka sampai di toilet. Helene begitu terkejut melihat dudukan toilet sangat tinggi. Kemudian mereka beralih menuju tempat untuk menaruh sapu. Hei, ada apa itu disana? Oh, ternyata mainan boneka tentara yang sedang berjaga – jaga. ” Itu pasti mainan Virgile!” Kata Helene. Ratu tikus menambahkan, ” Iya benar. Itu semua adalah mainan Virgile. Ketika dia ada di toilet, dia membawa pasukannya dan bermain perang – perangan”. Ratu tikus kemudian bernyanyi, ” Di Saint – Helene, mainan – mainan itu mengejutkan kami !”
Kemana lagi mereka melanjutkan kunjungannya. Oh, tiba – tiba Helene ingat warna dan bentuk karpet di ruangan itu. Itu adalah kamar tidur orang tua mereka. Di kamar itu, mereka sedang tidur nyenyak dengan badan saling merapat satu sama lain. Helene mendengar suara Ibunya yang mengigau, ” Sebuah rumah pondok di hutan...” dan Ayahnya juga mengigau, dia berkata, ” Berekreasi...”. Sssstttt...mereka bermimpi hal yang sama.” Kata Ratu tikus dengan suara yang sangat pelan. Ratu tikus kemudian bernyanyi, ” Di Saint – Helene, ayah dan ibu membuat kami terkejut!”. Kini mereka melanjutkan perjalanan melewati sebuah almari besar.
Helene mendarat di tengah – tengah kumpulan sikat gigi.                    ” Kamar mandi !”jelas Helene. Ratu tikus melompat turun ke wastafel dan memindahkan sebuah ubin di dinding. Ada apa di balik dinding itu? Oh, ternayta itu adalah tempat persembunyian benda – benda Ibunya. Di tempat itu Ibu meletakkan semua perhiasannya. Di tempat itu ada juga kalung bayi. Helene membungkukkan badan untuk melihat sisi dalamnya. ” Oh ! Ada coklat lapis!” kata Helene. Ratu tikus menjawab, ” Itulah rahasia Ibumu, Helene.”. Kemudian Ratu tikus bernyanyi, ” Di Saint – Helene para Ibu membuat kami terkejut !”
Pada perjalanan selanjutnya, ratu tikus mengundang Helene mengunjungi rumahnya. Rumah itu terletak di dalam mesin cuci. Tempat itu aneh bagi Hele tapi hangat, empuk dan penuh dengan pakaian. ” Tempat ini aku anggap sebagai kamar tidurku” kata Ratu tikus. Helene mengenali kaos kakinya yang berwarna merah jambu. ” Ini adalah selimutku, hangat sekali” kata Ratu tikus. Helene berharap kalau Ratu tikus bersedia mengembalikan kaos kakinya tetapi dia tak punya waktu untuk mengatakannya. Tiba – tiba saja Ratu tikus ketakutan, tubuhnya gemetaran. Dari balik kaca mesin cuci mereka melihat seekor kucing mendekat !. Seluruh bulu ratu tikus berdiri dan tanpa disadari mahkotanya terjatuh. ” Sejak kau memelihara kucing ini, hidupku tidak pernah tenang. Aku selalu ketakutan. Kucing itu selalu mengejarku tanpa henti.” protes Ratu tikus. ” Tapi kucing itu sangat baik ” kata Helene. Ratu tikus menatap Helene dengan pandangan tidak setuju.            ” Tapi semua kucing memakan tikus, meskipun kucing itu baik” .                ” Kucing itu akan membuka pintu!” teriak Ratu tikus ketakutan. Dengan cepat Ratu tikus segera bertindak. Disentuhnya Helene dengan tongkat sihirnya dan tiba – tiba kumpulan bintang – bintang sihirpun mengelilingi Helene. Dalam sekejap mata, Helene berubah kembali menjadi besar, besar dan besar.... Cepat ! segera saja Helene keluar dari mesin cuci dan memeluk kucing itu. Uups ! itu adalah saat yang tepat untuk Ratu tikus melarikan diri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar