Judul asli : Une nuit à l’école
Ditulis oleh Céline Claire
Diterbitkan oleh bayard presse jeunese
Diterjemahkan bebas dari seri les belles histores
Oleh trianasari
Teeetttttt !
bunyi bel sekolah berdering. ” Saatnya pulang!” teriak Quentin sambil berlari
menuju jendela. Tapi di depan sekolah tak ada ... siapapun. Apa yang terjadi?.
Tiba – tiba telepon berdering, Cathy seorang guru di kelas itu mengangkat
gagang telepon. Masih mengangkat gagang telepon, Cathy berkata, ” Mendekatlah kalian
semua kepadaku!”. Setiap anak lalu mendekat. Cathy menjelaskan, ” Seekor
srigala terlihat di perbatasan desa tapi jangan takut. Ibu, ayah dan nenek
kalian selamat di rumah. Dan kini para pemburu sedang mencari srigala itu.
Sambil menunggu srigala itu berhasil ditangkap, kita semua harus tinggal disini
untuk sementara waktu!”. Julie bertanya dengan suara perlahan, ” Apakah itu
berarti kita harus tidur disini?”. Thèo berkata dengan cemas, ” Apakah kita
tidak akan makan malam ini?”
”
Dengar, kita tahu apa yang kita lakukan! Ayo kita cari bantal
kursi dan selimut dari boneka. Kita persiapkan juga makanan! ” kata Cathy.
Seekor srigala di desa! Wow, sungguh mengerikan!. Malam telah tiba. ” Sekarang,
ayo kita bersiap untuk makan malam!” Teriak cathy. Cathy lalu naik ke sebuah
kursi, membuka jendela dan mengeluarkan alat pancing. ” Kau akan memancing ikan
di pekarangan?” tanya Quentin keheranan. Tapi Cathy menunjukkan kepada anak
itu, sebuaaahh.. lobak ! dan juga dua buah wortel. ” Oh, sayuran di kebun
sekolah!” jelas Thèo.
Waktunya
tidur dan pipis di kamar mandi. Quentin ingin jadi yang pertama pipis di kamar
mandi. Dia berlari dengan cepat sambail beretriak, ” Aku adalah penunggang kuda
yang akan menumpas semua monster kamar mandi !”. Tiba – tiba dia berhenti. Anak
– anak yang lain mendekat. Disana, di lantai putih, ada
sesuatu di dekat pintu. ” Whoaaa !!!!.... Srigaaalaaaa!!!!”. teriak anak – anak
ketakutan. Tapi srigala itu tidak menyeramkan. Dengan
tenag dan ramah dia berkata, ” Anak – anak, aku ini tidak jahat. Lihat aku! Aku
ini sudah tua. Aku bahkan sudah tak bisa lagi mengunyah bahkan untuk sebuah
wortel! ’. Tak seorang pun bergerak. Agar anak – anak percaya, srigala itu lalu
menunjukkan rahang dan lidahnya yang merah muda. ” Tidak ada lagi gigi tersisa di
mulut yang tua ini !”. Lalu dengan tenang Julie mendekat. Dia mengulurkan
tangannya kepada srigala. Semua anak kelinci menahan nafas. Apakah srigala itu
akan memakan Julie ? .
Ternyata
tidak. Satu per satu, anak – anak kelinci mendekat. Srigala itu lalu mendapat
belaian dan ciuman sayang dari anak – anak. Thèo menawarkan, ” Masih ada
sedikit lobak. Apakah kau mau?”. Quentin berjanji, ” Aku akan menyerang pemburu
– pemburu itu kalau mereka berani menyakitimu !” . ” Lalu apa yang akan kita lakukan pada srigala
ini ?” kata sebuah suara. Ternyata itu adalah suara ibu guru yang baru saja
masuk ke kamar mandi. ” Maaf Tuan Srigala, tubuh anda benar – benar bau ! mandi
akan membuat anda menjadi lebih baik” kata Cathy. Srigala
tampaknya agak tidak setuju. ” Tapi aku sudah mandi di sungai musim panas
kemarin!” Julie mengernyitkan hidungnya. ” Ya ! benar saja kalau kau bau sekali
!. Tuan srigala terpaksa harus berendam di bak air. Anak – anak kelinci
menggosok dan menggosok srigala. Cathy mengumumkan, ”Setelah itu, kita akan
mengeringkannya dengan serbet bersih yang telah dipanaskan dengan alat pemanan
dan Tuan srigala akan tampak seperti seekor anjing besar. Bukan lagi seekor
srigala”.
Teet
! teeet ! teet !. Bunyi lonceng jam berdering. Cathy berkata, ” Lonceng berbunyi
dua belas kai. Pasti ini sudah tengah malam! Ayo, cepat ke kamar tidur ! kita
harus egera tidur !”. Tapi Thèo merajuk, ” Ibu selalu menceritakan sebuah
cerita untukku sbeelum tidur”. Srigala lalu menawarkan diri, ” Apa kau tahu
cerita tentang srigala kecil merah yang pergi membawakan sejumlah uang kepada
neneknya ?” lalu srigala itupun mulai bercerita dengan suara lembut seperti
nyanyian nina bobo. Anak – anak memejamkan mata, tak ada lagi suara gaduh.
Keesokan
harinya, para petugas mengetuk pintu sekolah keras – keras. Pak Walikota
mngumumkan, ” Aku kemari karena ingin mnyampaikan berita bagus. Tidak ada lagi
bahaya. Srigala telah menghilang !”. tak lama kemudian para orang tua
berbondong – bondong datang ke sekolah dan langsung menuju ruang kelas. ” Oh,
kalian punya teman baru rupanya! ” kata para orang tua. ” Anjing ini dapat
membantu kita menjaga sekolah terutama bila srigala itu kembali lagi ke desa
kita !”
Apa
??? seekor srigala disuruh menjaga kelinci – kelinci ?? Mereka
sama sekali tidak tahu !! ” Sssstttt ! itu rahasia ya..” kata ibu guru Cathy.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar