My Playlist

Senin, 12 Maret 2012

Menginap Semalam di Sekolah


Judul asli     : Une nuit à l’école
Ditulis oleh Céline Claire
Diterbitkan oleh bayard presse jeunese
Diterjemahkan bebas dari seri les belles histores
Oleh trianasari

Teeetttttt ! bunyi bel sekolah berdering. ” Saatnya pulang!” teriak Quentin sambil berlari menuju jendela. Tapi di depan sekolah tak ada ... siapapun. Apa yang terjadi?. Tiba – tiba telepon berdering, Cathy seorang guru di kelas itu mengangkat gagang telepon. Masih mengangkat gagang telepon, Cathy berkata, ” Mendekatlah kalian semua kepadaku!”. Setiap anak lalu mendekat. Cathy menjelaskan, ” Seekor srigala terlihat di perbatasan desa tapi jangan takut. Ibu, ayah dan nenek kalian selamat di rumah. Dan kini para pemburu sedang mencari srigala itu. Sambil menunggu srigala itu berhasil ditangkap, kita semua harus tinggal disini untuk sementara waktu!”. Julie bertanya dengan suara perlahan, ” Apakah itu berarti kita harus tidur disini?”. Thèo berkata dengan cemas, ” Apakah kita tidak akan makan malam ini?”
” Dengar, kita tahu apa yang kita lakukan! Ayo kita cari bantal kursi dan selimut dari boneka. Kita persiapkan juga makanan! ” kata Cathy. Seekor srigala di desa! Wow, sungguh mengerikan!. Malam telah tiba. ” Sekarang, ayo kita bersiap untuk makan malam!” Teriak cathy. Cathy lalu naik ke sebuah kursi, membuka jendela dan mengeluarkan alat pancing. ” Kau akan memancing ikan di pekarangan?” tanya Quentin keheranan. Tapi Cathy menunjukkan kepada anak itu, sebuaaahh.. lobak ! dan juga dua buah wortel. ” Oh, sayuran di kebun sekolah!” jelas Thèo.
Waktunya tidur dan pipis di kamar mandi. Quentin ingin jadi yang pertama pipis di kamar mandi. Dia berlari dengan cepat sambail beretriak, ” Aku adalah penunggang kuda yang akan menumpas semua monster kamar mandi !”. Tiba – tiba dia berhenti. Anak – anak yang lain mendekat. Disana, di lantai putih, ada sesuatu di dekat pintu. ” Whoaaa !!!!.... Srigaaalaaaa!!!!”. teriak anak – anak ketakutan. Tapi srigala itu tidak menyeramkan. Dengan tenag dan ramah dia berkata, ” Anak – anak, aku ini tidak jahat. Lihat aku! Aku ini sudah tua. Aku bahkan sudah tak bisa lagi mengunyah bahkan untuk sebuah wortel! ’. Tak seorang pun bergerak. Agar anak – anak percaya, srigala itu lalu menunjukkan rahang dan lidahnya yang merah muda. ” Tidak ada lagi gigi tersisa di mulut yang tua ini !”. Lalu dengan tenang Julie mendekat. Dia mengulurkan tangannya kepada srigala. Semua anak kelinci menahan nafas. Apakah srigala itu akan memakan Julie ? .
Ternyata tidak. Satu per satu, anak – anak kelinci mendekat. Srigala itu lalu mendapat belaian dan ciuman sayang dari anak – anak. Thèo menawarkan, ” Masih ada sedikit lobak. Apakah kau mau?”. Quentin berjanji, ” Aku akan menyerang pemburu – pemburu itu kalau mereka berani menyakitimu !” .  ” Lalu apa yang akan kita lakukan pada srigala ini ?” kata sebuah suara. Ternyata itu adalah suara ibu guru yang baru saja masuk ke kamar mandi. ” Maaf Tuan Srigala, tubuh anda benar – benar bau ! mandi akan membuat anda menjadi lebih baik” kata Cathy. Srigala tampaknya agak tidak setuju. ” Tapi aku sudah mandi di sungai musim panas kemarin!” Julie mengernyitkan hidungnya. ” Ya ! benar saja kalau kau bau sekali !. Tuan srigala terpaksa harus berendam di bak air. Anak – anak kelinci menggosok dan menggosok srigala. Cathy mengumumkan, ”Setelah itu, kita akan mengeringkannya dengan serbet bersih yang telah dipanaskan dengan alat pemanan dan Tuan srigala akan tampak seperti seekor anjing besar. Bukan lagi seekor srigala”.
Teet ! teeet ! teet !. Bunyi lonceng jam berdering. Cathy berkata, ” Lonceng berbunyi dua belas kai. Pasti ini sudah tengah malam! Ayo, cepat ke kamar tidur ! kita harus egera tidur !”. Tapi Thèo merajuk, ” Ibu selalu menceritakan sebuah cerita untukku sbeelum tidur”. Srigala lalu menawarkan diri, ” Apa kau tahu cerita tentang srigala kecil merah yang pergi membawakan sejumlah uang kepada neneknya ?” lalu srigala itupun mulai bercerita dengan suara lembut seperti nyanyian nina bobo. Anak – anak memejamkan mata, tak ada lagi suara gaduh.
Keesokan harinya, para petugas mengetuk pintu sekolah keras – keras. Pak Walikota mngumumkan, ” Aku kemari karena ingin mnyampaikan berita bagus. Tidak ada lagi bahaya. Srigala telah menghilang !”. tak lama kemudian para orang tua berbondong – bondong datang ke sekolah dan langsung menuju ruang kelas. ” Oh, kalian punya teman baru rupanya! ” kata para orang tua. ” Anjing ini dapat membantu kita menjaga sekolah terutama bila srigala itu kembali lagi ke desa kita !”
Apa ??? seekor srigala disuruh menjaga kelinci – kelinci ?? Mereka sama sekali tidak tahu !! ” Sssstttt ! itu rahasia ya..” kata ibu guru Cathy. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar