My Playlist

Kamis, 29 November 2012

Kasus Keempat


Dear God Im Sorry ,


Kasus keempat ini lumayan unik. Aku menduga ini adalah mythomania. Hanya saja kali ini aku berhubungan dengan subjeknya. Ciri : good looking, sporty, kulit terang, have an experience,  sekitar 22 tahun.

dari beberapa pertemuan, aku memutuskan untuk mengkajinya lebih dalam. dengan kata lain, aku menjadikannya objek penelitianku (lagi). sebenarnya cukup lama ketika aku bisa menyimpulkan bahwa ini adalah mythomania. untung saja waktu itu, subjek ini juga berhubungan dengan kawan karibku. setelah check data, aneh sekali. ada dua kebenaran pada satu peristiwa. itu jelas tidak mungkin. singkatnya, aku lebih percaya kepada kawan karibku dengan alasan logis.

bisa dihitung pertemuan kami dan kurasa ini cuma makan waktu empat bulan. empat bulan dan aku dengan tidak sengaja menelanjangi subjek ini dengan tanpa ampun. entahlah, aku merasa sedikit menyesal, mungkin. tapi cuma sedikit.

aku merasa sedikit berdosa karena subjek sudah repot" membuat image tentang dirinya dan berlari dari image masa lalunya. semoga hubungan singkat kami saling memberi manfaat.

ada baiknya ku kopi artikel ttg penyakit ini dari http://dormacantik.blogspot.com/2010/05/mythomania-penyakit-suka-berbohong.html

Rabu, 05 Mei 2010

Mythomania => Penyakit suka Berbohong

Kenapa manusia berbohong? Karena mereka menganggap bisa hidup langgeng (bisa tertolong, lepas dari masalah) dan mendapat keberuntungan dengan kebohongan dan penipuan. Kadang-kadang dengan berbohong masalah mereka tertolong untuk sesaat. sampai hidup selanjutnya tidak bisa dilepaskan lagi, itu menjadi suatu hal yang menjadi kebiasaan, membentuk karakter. Jadi bohong bisa dimengerti, meskipun bukan sesuatu yang bisa dimaafkan atau dilupakan begitu saja. di dalam hal bohong-berbohong, perasaan ketakutan dan kekalutan diri yang sesungguhnya tertutupi. Karena itu, berbohong berarti menutupi hal yang sebenarnya. Hal itu untuk sementara waktu memang bisa dijadikan pegangan batin untuk mendapat ketenangan.

Berbohong sepertinya sudah "mendarah daging" dalam diri kita. Coba kita telaah, apa benar dalam hidup ini kita belum pernah berbohong? Orang yang paling jujur saja, ada kemungkinan pernah berbohong, ya paling tidak berbohong kecil-kecilan. Bisa juga kepada orang lain ada kemungkinan dia belum pernah berbohong.

Bagaimana dengan diri sendiri? Sering dalam hidup ini kita membohongi diri sendiri, banyak hasil yang bisa dilihat dari sikap membohongi diri. Mulai dari yang biasa-biasa saja, sampai yang paling gawat! Ada orang yang berusaha hidup dengan membohongi diri sampai harus menjadi penderita macam-macam penyakit, karena berbohong. Sesungguhnya bagi batin si pelaku juga bukan hal yang menyenangkan, banyak rasa bersalah yang dirasakan dalam batin-nya.

Itulah yang menimbulkan berbagai keluhan mulai dari ketegangan saraf yang menjadi penyebab sakit kepala, sampai kepada pengerasan pembuluh darah yang berakibat penyumbatan, terus berlanjut menjadi gagal jantung dan stroke, dan penyakit menahun yang lain, seperti kanker. Bahkan, banyak orang terkenal yang berusaha membohongi dirinya di balik ketenaran dan harta, sampai harus menelan obat sampai overdosis untuk bunuh diri karena dibohongi terus-menerus. hal pertama yang di alami si penderita saat mulai berbohong adalah akan mengalami yang namanya merasa bersalah, gelisah, gemetar, badan keringat dingin, ketakutan akan ketahuan. dan bila ketahuan si penderita akan merasa seperti kena setrum dan membuat badannya menjadi Lemes. akan tetapi bila sudah terbiasa memulai berbohong, maka selanjutnya dia tidak akan merasa bersalah atau malu atau sakit secara fisik, bahkan bila sudah ketahuan sekali-pun!!!

Mythomania. istilah ini pertama kali diperkenalkan pada thn 1905 oleh seorang psikiater bernama ferdinand dupré. mythomania adalah kecenderungan berbohong yang dimaksudkan bukan untuk menipu/mengelabuhi orang lain, tetapi justru untuk membantu dirinya sendiri mempercayai/meyakini kebohongannya sendiri. berbeda dengan seorang pembohong biasa yang sadar bahwa ia tengah berbohong dan mampu membedakan antara kenyataan dan bukan kenyataan, seorang mythomaniac tiddk sepenuhnya menyadari bahwa ia sedang berbohong. ia tidak mampu membedakan antara ‘kenyataan’ yg berasal dari imaginasinya dan kenyataan yang sebenarnya. kebohongan-kebohongan yang dilakukan olehnya cenderung ‘di luar ‘ kesadaran, yang artinya adalah dia tidak tahu/tidak sadar bahwa orang lain akan merasa terganggu dengan kebohongannya, karena yang terpenting baginya adalah dirinya mendapat pengakuan oleh sekelilingnya, pengakuan terhadap ‘kenyataan’ yang ingin ia wujudkan demi melarikan dirinya dari kenyataan sebenarnya yang tidak mau ia terima, dengan tanpa rasa menderita. salah satu penyebab mythomania adalah kegagalan-kegagalan dalam kehidupannya, bisa jadi berupa kegagalan dalam hal studi, masalah keluarga, kisah-kisah sentimental, bahkan kegagalan dalam hal pekerjaan (namun jangan keliru, pada saat ia mendapati orang lain mulai meragukan apa yang ia percaya, ia menjadi sadar telah berbohong- detilnya akan dibahas di bawah). pendeknya, ia ingin melarikan diri dari semua image tentang dirinya sendiri. jadi, semakin orang lain mempercayai kebohongannya, semakin ia terbantu untuk lepas dari image nyata tentang dirinya yang sulit ia terima itu.

Seorang pembohong biasa pada umumnya memiliki alasan lumrah dan masuk akal ketika berbohong, seperti dengan tujuan bercanda, atau demi kebaikan atau pun demi menyelematkan seseorang. karena kebohongannya ia lakukan hanya terkadang saja yg artinya ia tidak terbiasa berbohong, biasanya ia akan terlihat kikuk dan canggung. tidak demikian dengan mythomaniac. mythomaniac memiliki pesona yang mampu memanipulasi orang lain, ia pandai menemukan kalimat dan sikap yang tepat dengan tujuan supaya dicintai, demi mencapai tujuannya.

Pada saat seorang mythomaniac telah berhasil menjerat kita, sedikit demi sedikit kebohongannya merusak dan mengganggu sistem kepercayaan dan keyakinan diri kita. bahkan rasa percaya kita yg paling kokoh pun akan guncang dan kita mulai percaya pada ‘image’ baru yang dia buat, serta perlahan kita meninggalkan kenyataan yang sesungguhnya mengenai si mythomaniac tersebut. ketika kita mulai sadar akan kebohongannya, pada awalnya ia akan mengelak, kadang disertai dengan kemarahan, kemudian ia akan memanipulasi lagi dari awal dengan tetap pada kebohongan yang sama. tetapi jika hal ini mulai ia rasakan berat, maka ia akan ‘mengkoreksi’ kebohongannya dg cara berbelit dan berputar-putar dengan cerita yg baru, dengan tanpa meninggalkan kebohongan awalnya ( istilah sekarang ‘ngeles’). semakin kita mempertanyakan kebohongannya, semakin banyak kebohongan yang ia ciptakan karena pada titik ini, ia sadar telah berbohong, dan seorang mythomaniac yg sadar telah berbohong akan semakin lepas kendali, seperti sudah sekilas diungkapkan di paragraf kedua di atas.

Mythomaniac sendiri sebenarnya adalah korban. ia korban dari ketidakbahagiaan dalam hidupnya dan korban dari penderitaan yang terlalu terus menerus. ia tdk mampu mengekspresikan keaslian dirinya sehingga selalu ingin bersembunyi di balik topeng. jika anda menjumpai seorang mythomaniac, jalan terbaik adalah menghindar darinya. namun jika anda ingin menolongnya, jangan berusaha mencari alasan yang masuk akal, atau mencoba menemukan jawaban dari tindakan-tindakan kebohongannya karena itu membuang-buang waktu saja. berusaha mengerti mengapa ia berbohong adalah sia-sia saja karena jiwanya merupakan sebuah labirin di mana ia hanya berputar-putar saja disitu tanpa ada jalan keluar. yang bisa anda lakukan adalah meyakinkannya untuk menyembuhkan dirinya sendiri. setelah itu, semua kembali kepada si mythomaniac itu sendiri. hanya dia yg bisa menolong dirinya sendiri. ia harus menyadari permasalahannya, mengakuinya dan harus memiliki keingininan yg kuat utk menyembuhkan dirinya. menemui seorang psikiater adalah merupakan salah satu ciri-ciri bahwa ia ingin menolong dirinya. (Dikutip dari salah satu blog bernama fitalexi).

Teringat sebuah kutipan:" Kejujuran yang membuat-ku terhina, itu lebih aku cintai daripada kebohongan yang membuat-ku terhormat". "Kejujuran akan menyelamatkanmu meskipun kamu menyembunyikannya, dan kebohongan akan menjerumuskan-mu, meskipun kamu menyembunyikannya".

Dan kutipan kLasik yang sering kita dengar mengtakan:"Jika seorang pembohong terkenal akan kebohongannya, maka dia tidak akan dipercaya dalam hal apapun meskipun dia berkata jujur".

Jika orang terlalu sering berbohong, tetapi tidak merasa efek negatif dengan kesehatan psikis (merasa bersalah, menyadari telah berbohong), orang tersebut bisa digolongkan dengan sebutan psikopat. Hal itu banyak diderita oleh pebisnis, karena banyak orang berbisnis dengan menghalalkan segala cara untuk mempertahankan perusahaan dan harga diri mereka.

Di Amerika pernah dilakukan penelitian mengenai berbohng oleh para ahli jiwa. Para tersangka yang sudah lulus dari mesin pendeteksi kebohongan diteliti dengan memperhatikan gerak (bahasa) tubuh orang tersebut. Dari situ disimpulkan bahwa seseorang kala berbohong, akan lebih banyak mendongakkan dagunya ke satu arah, yang paling sering terjadi hampir seluruh peserta yang diteliti, mendongakkan dagunya ke arah kanan.

Ciri lain mereka mengesekkan jarinya ke cuping hidung atau atas bibir di bawah hidung secara terus menerus karena menurut penelitian, seseorang kala berbohong, aliran darahnya akan lebih cepat mengalir dan pembuluh darah membuat ujung-ujung saraf di cuping hidung atau atas bibir lebih teraktifkan, sehingga terasa gatal.

Bagi orang yang tidak biasa berbohong, bila suatu waktu dia terpaksa melakukannya, tentu ada satu bahasa tubuh yang ketara. Yaitu dia lebih sering mengerakkan badannya, seolah terasa pegal dan sedikit gemetar sampai gemetar yang disertai tergagap.

Berbohong berarti melawan "bahasa kalbu" sebagai bisikan dari hati nurani.

hati nurani adalah sebuah "alat" yang menyebabkan Anda bisa berhubungan dengan semua daya dan merupakan penghubung antara pikiran dan intelegensi abadi diri Anda. (Dikopi dari blog Lianny Hendranata)

Semoga bermanfaat!!!

Kamis, 25 Oktober 2012

TUGAS NARRATIVE TEXT



EXERCISE NARRATIVE TEXT

A. Read the story and write the generic structure next to the text
                                     
                                      Why do hawks hunt chiks?
Once upon a time, a hawk fell in love with a hen. The hawk flew down from the sky and asked the hen, “Will you marry me?”
The hen loved the brave, strong hawk and wished to marry him. But she said, “I cannot fly as high as you can. If you give me time, I may learn to fly as high as you. Then we can fly together.”
The hawk agreed. Before he went away, he gave the hen a ring. “This is to show that you have promised to marry me,” said the hawk.
It so happend that the hen had already promised to marry a rooster. So, when the rooster saw the ring, he became very angry. “Throw that ring away at once!” shouted the rooster. The hen was so frightened at the rooster’s anger that she threw away the ring immediately.
When the hawk came a few months later, the hen told the truth. The hawk was so furious that he cursed the hen, “Why didn’t you tell me earlier? Now, you’ll always be scratching the earth, and I’ll always be flying above to catch your children,” said the hawk.

B. In groups, answer these questions:
1.    What is the social function of the text above?
2.    Who was involved?
3.    Did the hen face any problems to marry the hawk?
4.    How did the hen solve the problem?
5.    Does the story end in happy or sad ending?
6.    Does the story happen in the past time or in the present time?
7.    Mention the words are used to tell that the story happened in the past?
8.    What are the words used to tell the order of events?
9.    Are the verbs in the present or in the past?
10. Write several action verbs that you find in the text!


I. One day, a hound dog went hunting by himself in the woods. He saw a rabbit in the bush and chased him out into an open. The rabbit ran. The dog followed. The rabbit ran around trees and through an open field.
When the dog began to be tired, the rabbit, with its last energy, jumped into the bush and disappeared.
As the dog turned back home, a goat herder who had seen the chase smiled at him saying, “Why did you let that rabbit go?”
“You forget,” replied the tired dog, “I was only running for my dinner. He was running for his life!”
1.    The story tells us about how……save his precious life.
a. the hound dog
b. the poor rabbit
c. the rabbit’s friend
d. the goat herder

2.    The story happened….
a. on an open field
b. behind the bush
c. around trees
d. in the woods

3.    What can you learn from the above story?
a. People should protect endagered rabbits
b. A big and strong hound dog is the best man’s friend
c. We should have a dog to chase any dangerous animals
d. One should make any possible efforts to safe his or her life

II.      Long time ago a remote village, in central China, was inhabited mainly with farmers and hunters.
One day, a poor farmer lost his entire livestock because of flood. He prayed to God for help or his family would die of starvation.
Few days later, an old man with long grey beard, passed by his house took pity on him. He gave him a goose and said, “I don’t have any expensive thing to give you and hope this goose will help you to ease your hardship.”
A week later to almost surprise the farmer found an egg in his yard. This was no ordinary egg. It was a golden egg. He was suddenly overcome with joy.
Thereafter, his livelihood rapidly improved, but the farmer had forgotten his earlier hardship. He became lazy, arrogant and spenthrifty.
Strangely, the goose only laid one golden egg every six months. The greedy farmer lost his patient and slaughtered his goose thinking there were plenty of golden eggs inside its stomach.
Though he was very regretted for his foolishness, it’s already too late.

4.    What is the text about?
a.  A farmer who was saved by a goose
b.  A goose which brought farmer’s hardship
c.  An old man who helped a a golden goose
d. A golden egg which saved an old man
5.    The story happened…..
a. In a remote village
b. In all countries
c. In unknown country
d. In the paddy-field
6.    What can you learn from the above story?
a.  People often regret because of misfortune.
b. It is useless to regret what happened.
c. We should feel sorry for anything that
d. Regrets will help people to overcome their problem.

III.  A street sweeper was doing his job when he came across some money lying on the ground. He decided to use it to buy a present for his little daughter. He bought a jar of honey, rushed home and left it on the table, so that his daughter would find it as soon as she came from school. But, alas, it was the flies that ate the honey.
The sweeper was so angry that he went to ask the judge to give orders for the flies to be arrested and condemned to death.
“You are aboslutly right,” smiled the judge, “but as you well understand, we cannot mobilize the army against these rascals. We shall see justice done in another way. Everytime you see a fly, strike it down. I authorize you to execute them by yourself. Furthermore, I demand personally that you do not allow even a single one of these thieving flies to escape.”
“Yes, your honor. You can count on me,” the sweeper assured him.
At that very moment, a fly decided to settle on the judge’s head and the sweeper did not hesitate; he raised his brush and brought it crashing down on the judge’s head. The guards were about to arrest him, when the judge recovered and intervened. “Leave him be,” he ordered. “he has taught me not to say foolish to simpletons.”

7.    What is the text about?
a. The street sweeter and the jungle.
b. The flies and the rascals.
c. The guards and their masters.
d.  The court and the simpleton.
8.    The text shows that the street sweeper……the flies much.
a.  liked
b. loved
c. envied
d. hated
9.    “…….so that his daughter would find it as soon as she came home from school”. What does the word “it” in the sentence refer to?
a. The honey
b. The money
c. The fly
d. The jar
10. What is the moral value of the story?
a. There is no justice for foolish people.
b. It is dangerous to talk to street sweepers.
c. A Judge should be more careful with his or her words.
d. We must be careful with stupid persons in this life.


http://myenglishworld7.wordpress.com/2012/03/31/narrative-text-exercises/